Minggu, 06 Juni 2010

Al-Baqarah Ayat 282

Bismillahirrahmanirrahiim Ngapain sih kita peduli sejarah akuntansi? kata Imam Syafi’i : “Barang siapa mempelajari hisab (akuntansi), pikirannya bagus.” ————————

Alkisah, Luca Bartolomes Pacioli, seorang “Renaissance man”, adalah seorang yang menguasai banyak bidang, mulai dari religius sampai militer, dari matematik sampai obat-obatan. Dia dibantu oleh Leonardo da Vinci dalam pembuatan karyanya Divina Proportione, dan sebagai gantinya Pacioli membantu menghitung bahan-bahan perunggu untuk patung karya Leonardo bernama Duke Lidovico Sforza di Milan Ketika Pacioli menyebarkan bukunya “Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Proportionalita” yang mengandung satu bab tentang akuntansi, yaitu pada tanggal 10 Nopember 1494 M, Pacioli menyebutkan di dalam bukunya bahwa sistem pencatatan sisi-sisi transaksi atau double entry dengan debit dan kredit telah ada sejak masa yang lama tetapi ia tidak menyebutkan sejak kapan dan di mana sistem ini telah ada sejak lama. Pertanyaan yang muncul adalah: Siapakah yang menemukan sistem pencatatan sisi-sisi transaksi? Di mana hal itu? Dan bagaimana sistem ini bisa beralih ke tangan orang-orang Itali? Sebagian sejarawan memandang bahwa sistem tersebut telah dikenal oleh penduduk dahulu, dan sistem ini tersebar di Itali melalui perdagangan, yang dimaksudkan adalah melalui kaum muslimin. Sebab, kaum muslimin pernah menjalin hubungan dagang yang kuat dengan orang-orang Itali; (terbukti bahwa mata uang beberapa bangsa Arab adalah Dinar yang merupakan mata uang bangsa Rum jaman dulu). Dan tidak ada seorang pun yang mendahului mereka dalam melakukan hal itu, sejak Eropa keluar dari masa kegelapan. Sebenarnya hal-hal tersebut sudah ada sejak lama, namun sampai masa itu belum lengkap, sehingga belum dirasakan perlunya pencatatan dalam bentuk double entry (atau sudah merasa tapi belum kebayang). Misalnya, penulisan sudah lama ada, tapi manipulasi angka dengan aritmetika baru-baru saja ditemukan.

Satu hal lain yang membuktikan adalah bahwa aksara Romawi yang dipakai di italia waktu itu adalah tidak mengenal angka NOL. Angka nol yang kemudian dipakai adalah berasal dari angka dalam aksara arab. Penemuan angka-angka Arab untuk menggantikan angka Romawi sangat membantu dalam pengembangan akuntansi. Bayangin aja kalo mo menulis 12.345.678,90 pakai angka romawi…!! Bukti tertulis adalah pada Tahun 1202 M. Dimana adalah tahun dimasukkannya angka-angka Arab dan aritmetika–yang keduanya dibawa oleh kaum muslimin–ke Eropa, yaitu melalui buku yang ditulis oleh Leonardo of Pisa Putra Bonnaci atau dikenal sebagai Fibonnaci. (masih ingat pelajaran matematika tentang deret Fibonacci?) yang banyak melakukan perjalanan ke dunia Arab Buku Fibonacci mendapatkan perhatian besar dari para pedagang, karena menyajikan cara baru penomoran dari satu sampai sepuluh. Cara ini tidak akan disajikan kepada orang-orang Eropa di Itali kecuali setelah nyata berhasil penerapannya di negara Islam di sisi penemunya, kaum muslimin. Dengan sistem ini, masalah-masalah akuntansi yang dihadapi oleh para pedagang pada saat itu berhasil diselesaikan. Penutup. Setiap ilmu tumbuh dari suatu kemahiran yang diupayakan. Sebelum menjadi ilmu, harus ada praktik dan pengalaman, berdasarkan hal ini, maka ilmu itu merupakan hasil dari pengalaman yang menentukan tanda-tanda ilmu tersebut. Para fuqaha’ berkata bahwa di antara kewajiban seorang muslim adalah mempelajari hukum-hukum ibadah yang menjadikan shalat, shaum, zakat dan hajinya sah. Demikian pula dia harus mengetahui hukum-hukum jual beli jika ingin berprofesi sebagai seorang pedagang; dan mempelajari akuntansi, sehingga ia tidak berbuat zhalim dan tidak dizhalimi. Jadi kesimpulannya, sebelum Pacioli menulis dalam bukunya yang kemudian membuatnya digelari Bapak Akuntansi, para pedagang arab muslim sudah menggunakan teknik double entry tersebut dalam pencatatan transaksi mereka. Di negeri islam jaman khilafah, ada dua profesi yaitu Muhasib (dari kata hisab) dan Muhtasib (dari kata hisbah). Yang pertama adalah akuntan, yang kedua adalah auditor atau pengawas S atu hal yang menarik, bacalah ayat 282 surat Al Baqarah. Itu adalah salah satu ayat terpanjang dalam Al Quran, dan ayat tersebut “bercerita” tentang ilmu akuntansi..!! 700 tahun sebelum Paccioli lahir.. Ngga percaya? Mau saya kutipkan disini? Panjang bo..!! ^_^ Btw, terus kenapa ayatnya 282? Seolah-olah angka 8 diapit oleh angka 2 yang bisa dilihat sebagai prinsip keseimbangan kiri dan kanan ..:) Dan sepengetahuan saya, Anda semua mempunyai akuntan pribadi yang selalu ikut kemana Anda pergi, bukan cuma satu tapi dua. Dari kartu nama dan ID Cardnya terbaca namanya Rakib dan yang satunya Atid…. Terus dari empunya cerita, kelak akan ada auditor, bukan cuma satu tapi dua, denger-denger namanya Munkar dan Nakir… Masih ngga percaya juga?? Spekles* deh saya… Wallahu’alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar